Bab ini menjelaskan metodologi penelitian yang mencakup wilayah kajian Bali, NTB, dan NTT dengan 255 titik tinjau di pesisir pantai. Data input yang diperlukan meliputi data untuk model SWE (sumber gempa dari BATNAS dan Pusgen 2017), model stokastik slip (parameter gempa dari Pusgen 2017 dan Slab02, serta gelombang sintetik G dari model SWE), dan perhitungan PTHA (nilai a dan b dari Pusgen 2017 dan Yuliatmoko dkk. 2022, serta tinggi gelombang dari 10.120 skenario). Simulasi tsunami dilakukan menggunakan perangkat lunak COMCOT dengan dua domain grid (900m dan 300m) dan parameter yang berbeda untuk setiap skenario, kemudian hasilnya dibandingkan dengan data tsunami historis menggunakan metode NRMSE.