Kepulauan Sunda Kecil, meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), merupakan wilayah yang sangat rentan terhadap tsunami karena aktivitas seismik yang tinggi. Wilayah ini diapit oleh tiga sumber gempa utama, yaitu zona subduksi Jawa-Bali, Timor Fold Thrust Belt (FTB), dan sistem patahan naik backarc Bali-Flores, yang sering memicu gempa bumi dangkal dan berpotensi tsunami. Untuk menilai risiko ini secara lebih terukur, penelitian ini menggunakan metode Probabilistic Tsunami Hazard Assessment (PTHA) dengan memanfaatkan ribuan skenario gempa yang dimodelkan menggunakan metode fungsi Green (GF) dan slip stokastik. Tujuannya adalah mengidentifikasi potensi sumber tsunami, menghitung tinggi gelombang, menganalisis bahaya tsunami secara probabilistik, menyusun peta bahaya, dan menganalisis kontribusi masing-masing patahan terhadap potensi tsunami di wilayah tersebut, sehingga dapat menjadi dasar ilmiah untuk mitigasi bencana dan perencanaan tata ruang wilayah pesisir.