Teks tersebut berisi data International Roughness Index (IRI) dari suatu ruas jalan, diukur setiap 100 meter (mkm) pada jalur normal dan jalur berlawanan (opposite). Data IRI ini kemudian digunakan untuk menghitung Present Serviceability Index (PSI). Selain itu, terdapat data Pavement Condition Index (PCI) yang memberikan rating kondisi perkerasan jalan berdasarkan beberapa parameter kerusakan seperti alligator crack, edge crack, longitudinal crack, pothole, patching, rutting, corrugation, depression, raveling, bleeding, dan dropoff. Terakhir, dilakukan analisis backcalculation metode AASHTO 1993 untuk mendapatkan nilai modulus resilient (Mr), California Bearing Ratio (CBR), dan Equivalent Pavement (EP) dari lapisan perkerasan, yang digunakan untuk menghitung tebal lapis tambah (overlay) yang dibutuhkan. Selain itu juga disurvei kondisi drainase di ruas jalan tersebut. Data tersebut kemudian dianalisis untuk menghitung biaya pemeliharaan jalan berdasarkan kondisi struktural dan fungsional sesuai dengan Pedoman Bina Marga tahun 2021, serta melakukan peramalan penurunan kondisi fungsional jalan untuk perencanaan pemeliharaan yang efektif.