Penelitian ini menggunakan metodologi yang terdiri dari empat tahapan utama: persiapan, pengumpulan data, analisis, dan penarikan kesimpulan. Tahap persiapan meliputi kajian latar belakang, perumusan masalah, pengumpulan informasi lokasi, studi literatur, metodologi, dan penentuan segmentasi. Tahap pengumpulan data melibatkan data primer dan sekunder dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat, termasuk data kondisi jalan dari drone, data lendutan (FWD), temperatur, lalu lintas, *as built drawing*, dan kondisi fungsional (IRI). Tahap analisis mencakup analisis kondisi lapisan perkerasan menggunakan metode *deflection bowl* dan analisis sisa umur perkerasan menggunakan metode AASHTO 1993, yang kemudian digunakan untuk menentukan jenis penanganan yang sesuai. Terakhir, tahap akhir adalah penarikan kesimpulan dan pemberian saran berdasarkan hasil analisis.