Tugas akhir ini menganalisis pengaruh variasi bulking agent (campuran daun kering dan potongan rumput serta potongan kayu) dan tekstur tanah (loamy sand dan silty clay loam) pada bioremediasi tanah terkontaminasi minyak bumi menggunakan metode biostimulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bulking agent tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan konsentrasi TPH. Namun, variasi optimum untuk degradasi TPH pada tanah loamy sand adalah penambahan bulking agent campuran daun kering dan potongan rumput dengan rasio tanah:bulking agent 4:1, sementara pada tanah silty clay loam, variasi optimum adalah penambahan bulking agent campuran yang sama dengan rasio 3:1. Secara keseluruhan, composting dinilai lebih cocok diterapkan pada tanah berpasir (loamy sand) daripada tanah lempung (silty clay loam).