Penelitian ini menyelidiki pengembangan model kontribusi wakaf tunai melalui kombinasi metode kualitatif dan kuantitatif. Fase kualitatif mengidentifikasi faktor-faktor motivasi dan penghambat perilaku Muslim dalam berkontribusi pada wakaf tunai, menyoroti pentingnya peran bank Islam, keyakinan akan pahala akhirat, dan manfaat wakaf bagi masyarakat. Hasil analisis kualitatif menunjukan faktor penghambat seperti kepercayaan terhadap pengelolaan wakaf, literasi, profesionalisme, dan transparansi. Fase kuantitatif kemudian menguji kerangka kerja ini, menganalisis karakteristik peserta wakaf tunai dari kelompok menengah atas dan bawah, serta determinan perilaku yang mempengaruhi kontribusi wakaf tunai mereka. Temuan kuantitatif tersebut kemudian digunakan untuk membangun model perilaku kontribusi wakaf tunai berbasis agen (ABM) yang disimulasikan menggunakan NetLogo untuk menguji dampak skenario yang berbeda terhadap distribusi pendapatan, kekayaan, tingkat kemiskinan, dan pemanfaatan wakaf tunai. Hasil simulasi menyoroti bahwa jumlah wakafpreneur dan jangkauan mereka mengurangi kemiskinan, terutama dengan skema bagi hasil yang sesuai dengan hukum Islam, menunjukkan bahwa strategi seimbang diperlukan untuk mencapai dampak sosial ekonomi yang optimal dalam kerangka wakaf tunai.