Bisnis keluarga memainkan peran penting dalam ekonomi global, namun seringkali menghadapi tantangan unik dalam mengadopsi teknologi digital karena keterbatasan sumber daya, sistem lama, dan resistensi budaya. Transformasi digital menjadi semakin penting bagi bisnis keluarga untuk tetap kompetitif, meskipun terhambat oleh tradisi, suksesi antar generasi, dan pertimbangan socioemotional wealth (SEW). Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan dalam literatur, terutama dalam konteks Asia Tenggara dan Indonesia, dengan mengadopsi pendekatan metode campuran dan kerangka teori yang kuat untuk memahami adopsi digital dalam bisnis keluarga Indonesia. Penelitian ini meneliti praktik, faktor keberhasilan, hubungan antar faktor, dan membangun model umum adopsi digital pada bisnis keluarga, dengan mempertimbangkan dinamika unik dan pengaruh keluarga dalam pengambilan keputusan.