Analisis data makroekonomi dari 8 negara Asia dari tahun 1995-2005 dilakukan untuk menguji adanya ketidakberaturan yang dapat mempengaruhi hasil analisis data panel. Uji diagnostik seperti uji multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi menunjukkan adanya heteroskedastisitas dan autokorelasi pada beberapa model, yang kemudian diatasi dengan menggunakan robust standard errors. Hasil regresi menunjukkan bahwa suku bunga pinjaman memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan PDB dan inflasi, sementara perubahan tingkat pajak dan perubahan M2 tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Hasil yang tidak biasa ini dijelaskan dengan mempertimbangkan konteks krisis ekonomi Asia dan karakteristik khusus negara-negara yang diteliti, serta disandingkan dengan studi terdahulu tentang kebijakan moneter di negara berkembang. Analisis grafis juga menunjukkan dampak sementara dari krisis ekonomi pada indikator makroekonomi dan bagaimana perubahan kebijakan moneter dan fiskal mempengaruhi variabel dependen setelah periode perubahan kebijakan diberlakukan.