Studi ini menyimpulkan bahwa pengalaman pasca pembelian memiliki dampak signifikan terhadap kepuasan pengguna kendaraan listrik (EV) di Jabodetabek. Faktor-faktor seperti garansi, layanan purna jual, biaya perawatan, dan daya tahan baterai menjadi penentu utama kepuasan, sementara fitur pengisian daya dan insentif pemerintah memiliki tingkat kepuasan yang relatif rendah. Studi ini merekomendasikan berbagai tindakan bagi pemerintah (mempercepat pengembangan stasiun pengisian daya, menyederhanakan insentif), produsen EV (memperkuat layanan purna jual, meningkatkan komunikasi teknis), investor (mempertimbangkan faktor non-keuangan dalam analisis ESG), dan konsumen (meningkatkan literasi teknis, aktif mencari informasi) untuk meningkatkan kepuasan pengguna dan mendorong adopsi EV yang berkelanjutan di Indonesia. Studi ini menekankan bahwa upaya peningkatan kepuasan pasca pembelian harus dilakukan secara komprehensif dan sistematis, bukan hanya fokus pada satu aspek saja.