Penelitian ini menyimpulkan bahwa market brand mindset berpengaruh positif pada brand image terkait AIGC, namun persepsi publik yang negatif dapat melemahkan koneksi tersebut. Efektivitas iklan sebagai moderator perlu dikaji ulang karena hasil yang berbeda dalam metodologi yang digunakan. Studi menunjukkan preferensi terhadap generative AI di Jakarta, tetapi tidak selalu dalam iklan untuk generasi Z dan Y. Peran AIGC pada brand sebagai simbol dan produk menjadi perhatian, terutama terkait kualitas layanan dan iklan. Studi merekomendasikan penelitian lebih lanjut tentang efek AIGC pada efektivitas iklan dan mempertimbangkan bias gender, generasi, dan pekerjaan. Secara teknis, disarankan untuk menyelaraskan brand building dengan penggunaan AIGC, menggunakan model AI berlisensi, melakukan copy testing, membatasi penggunaan AIGC agar tidak merusak aspek manusiawi brand, dan memiliki tim kreatif AI untuk mempertahankan kontrol manusia.