Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana inovasi digital dalam keuangan (DIF), karakteristik demografis (DC), dan literasi keuangan digital (DFL) memengaruhi inklusi keuangan (FI) di kalangan wanita dan pemuda Indonesia, dengan fokus pada peran mediasi DFL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DFL berperan sebagai mediator signifikan antara DIF dan FI, yang berarti kemajuan DIF meningkatkan DFL dan selanjutnya mendorong FI. Meskipun karakteristik demografis sebagian besar tidak berdampak langsung pada DFL atau FI, pengeluaran memiliki efek signifikan melalui DFL. Analisis multigroup tidak menemukan perbedaan signifikan antara DFL dan FI antara wanita dan pemuda Gen Z. Penelitian ini memiliki implikasi teoritis yang mendukung literatur bahwa kemajuan teknologi penting untuk mempromosikan inklusi keuangan, dan menekankan perlunya prioritas kebijakan DFL. Secara manajerial, penelitian ini menunjukkan bahwa lembaga keuangan dan perusahaan fintech harus memprioritaskan inisiatif DFL, terutama bagi wanita dan pemuda, untuk meningkatkan pemahaman tentang risiko digital. Para pembuat kebijakan didorong untuk mengembangkan kebijakan yang mengintegrasikan perspektif gender dalam akses pendanaan. Penelitian ini memiliki keterbatasan, termasuk ukuran sampel yang tidak seimbang, potensi bias seleksi, dan fokus kuantitatif. Penelitian di masa depan disarankan untuk menggunakan pendekatan mixed-method, memperluas sampel geografis dan demografis, memperluas waktu pengumpulan data, dan mempertimbangkan pendekatan yang lebih inklusif untuk data demografis.