Tinjauan pustaka sistematis menganalisis 610 artikel jurnal, menyaringnya menjadi 55 artikel inti dan 10 sumber tambahan, untuk membangun landasan teoretis yang kuat mengenai transformasi digital dan perbankan dalam kemajuan teknologi. Sintesis ini mengidentifikasi 21 prioritas transformasi yang dikelompokkan menjadi inovasi model bisnis, teknologi canggih, big data, dan keamanan siber, serta lima pendorong internal: struktur organisasi, budaya, ekosistem pembelajaran, platform digital, dan sumber daya manusia. Pemetaan kompetensi tenaga kerja menekankan literasi digital, kemampuan beradaptasi, kecerdasan emosional, dan pemecahan masalah. Meskipun literatur berkembang, masih ada kesenjangan dalam studi holistik yang mengintegrasikan tenaga kerja dan pendukung organisasi, khususnya di pasar negara berkembang seperti Indonesia. Studi ini bertujuan untuk menjawab tiga pertanyaan penelitian mengenai prioritas strategis bank Indonesia, definisi tenaga kerja yang siap untuk bank ("bank-ready workforce" atau BRW), dan akselerasi kemampuan beradaptasi tenaga kerja, dengan tujuan untuk membantu bank berkembang di tengah perubahan yang disruptif sambil menghindari PHK. Studi ini didasarkan pada teori resource-based view (RBV), human capital theory, organization design theory, dan sustainable competitive advantage (SCA) untuk memahami bagaimana bank Indonesia dapat mengoptimalkan strategi internal mereka dalam menghadapi transformasi digital. Tinjauan literatur menyoroti empat pilar utama untuk keunggulan kompetitif yang berkelanjutan yang didorong oleh digital (digitally-driven sustainable competitive advantage atau DSCA) dalam perbankan: inovasi model bisnis, orkestrasi teknologi, kemampuan data dan otomatisasi, serta keamanan informasi dan manajemen risiko berbasis kepercayaan. Selain itu, tinjauan ini mensintesis persona BRW yang mencakup keterampilan, sikap, pola pikir, dan pengetahuan, menekankan pentingnya pola pikir yang berkembang, keselamatan psikologis, dan kemampuan manusia yang koevolusioner untuk berkembang di tengah gangguan. Pada akhirnya, studi ini mengusulkan sembilan preposisi yang menghubungkan struktur organisasi, budaya organisasi, ekosistem pembelajaran, platform digital, dan tenaga kerja siap bank (BRW) dengan kemampuan bank untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan mempertahankan keunggulan kompetitif jangka panjang di era digital.