Bab II ini membahas landasan teoretis untuk memahami pekerjaan layak (decent work) melalui tinjauan literatur sistematis, dimulai dari teori-teori besar seperti Social Exchange Theory (SET) yang menekankan pertukaran timbal balik dalam hubungan kerja, hingga teori-teori tingkat menengah dan mekanisme spesifik. SET menyoroti bagaimana praktik organisasi memengaruhi persepsi dan perilaku karyawan, dengan membedakan antara pertukaran ekonomi dan sosial. Konsep pekerjaan layak sendiri berasal dari International Labour Organization (ILO) yang menekankan pada promosi kesempatan kerja, perlindungan sosial, hak-hak pekerja, dan dialog sosial. Perspektif manajemen, khususnya Strategic Human Resource Management (SHRM) dan teori desain pekerjaan, penting untuk menjembatani strategi organisasi dengan pengalaman karyawan, memastikan prinsip-prinsip pekerjaan layak tertanam dalam praktik SDM. Evolusi teori desain pekerjaan juga dibahas, dari pendekatan mekanistik yang menekankan efisiensi hingga pendekatan yang lebih berpusat pada manusia yang mempertimbangkan motivasi dan kesejahteraan karyawan. Selain itu, tinjauan literatur sistematis di dalam bab ini menggunakan pendekatan PRISMA untuk mengidentifikasi penelitian terkini tentang pekerjaan layak dari database Scopus dan Ebscohost. Tinjauan ini mengidentifikasi kurangnya penelitian yang mempertimbangkan persepsi individual dan efek digitalisasi terhadap pekerjaan layak, serta perlunya integrasi teori manajemen dalam konseptualisasi pekerjaan layak. Bab ini diakhiri dengan ringkasan dan arahan untuk penelitian masa depan, menekankan pentingnya perspektif psikologis dan peran digitalisasi dalam membentuk pekerjaan layak, terutama dalam konteks pendidikan tinggi.