Tesis ini membahas mengenai pengelolaan kelebihan listrik di PT Pertamina EP Cepu Lapangan Donggi Matindok (DMF), di mana pembangkit listrik hanya terutilisasi 40% dari kapasitas terpasang, menghasilkan kelebihan 46 MW dengan nilai ekonomi sekitar 33,9 miliar rupiah per tahun. Penelitian ini bertujuan mencari solusi untuk meningkatkan efisiensi sistem pembangkit listrik di DMF melalui inovasi peningkatan pendapatan atau penurunan biaya operasional. Metode penelitian menggunakan data kuantitatif dan kualitatif, termasuk FGD dengan para ahli, kuesioner, dan wawancara, serta analisis SWOT, PESTEL, Value Focused Thinking (VFT), dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa pertukaran listrik dengan PLN adalah solusi terbaik untuk meningkatkan efisiensi pembangkit listrik di DMF, meskipun implementasinya memerlukan waktu dan melibatkan banyak pihak karena model kerjasama ini belum umum di perusahaan besar seperti Pertamina dan PLN. Studi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi bidang usaha lain dengan permasalahan serupa.