Teks ini membahas tentang laktosa, susu formula bayi (SFB), pengolahan susu, dan analisis laktosa, khususnya menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Laktosa, disakarida yang terhidrolisis menjadi galaktosa dan glukosa, memiliki sifat mereduksi dan mutarotasi, serta berperan penting dalam ASI untuk penyerapan kalsium dan perkembangan otak bayi. SFB adalah pengganti ASI yang diformulasikan khusus, dengan standar kandungan gizi yang ketat. Pengolahan susu untuk SFB melibatkan standardisasi, penambahan nutrisi seperti vitamin dan mineral, serta proses pengeringan. Analisis laktosa dapat dilakukan dengan berbagai metode seperti polarimetri, titrasi redoks, kolorimetri, enzimatis, dan kromatografi, dengan KCKT menjadi pilihan yang umum karena keunggulan dalam pemisahan, kecepatan, dan sensitivitas. KCKT melibatkan berbagai komponen sistem seperti penghantar pelarut, penyuntikan sampel, kolom, dan detektor (terutama indeks refraksi untuk analisis gula), serta memerlukan optimasi dan validasi metode untuk memastikan akurasi dan presisi dalam pengukuran.