Tesis sarjana ini meneliti karakteristik curah hujan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, dalam konteks perubahan iklim global, dengan fokus pada kurva Intensitas-Durasi-Frekuensi (IDF) yang penting untuk manajemen sumber daya air, perencanaan infrastruktur, dan mitigasi bencana. Studi ini menggunakan model iklim untuk memproyeksikan perubahan variabel hidrologi, dan menekankan pentingnya memahami karakteristik curah hujan dalam menghadapi perubahan iklim untuk memastikan efektivitas sistem pengelolaan air hujan dan perencanaan infrastruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyeksi curah hujan masa depan untuk periode ulang (PUR) 2, 5, dan 10 tahun lebih rendah dari nilai historis, sementara PUR 25 tahun mirip dengan data historis. PUR 50 dan 100 tahun menunjukkan peningkatan intensitas, menggarisbawahi kebutuhan akan manajemen air hujan yang efektif di IKN Nusantara.