Tesis ini menganalisis skema *water-energy-food* (WEF) nexus di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum Hilir, Jawa Barat, menggunakan model *Water Evaluation And Planning* (WEAP) untuk memproyeksikan pengelolaan sumber daya air hingga tahun 2045. Penelitian ini mengidentifikasi tantangan akibat peningkatan permintaan lintas sektor dan keterbatasan pasokan air, yang pada tahun 2024 didominasi oleh sektor irigasi (62%) dan menunjukkan defisit di beberapa titik hilir. Proyeksi hingga 2045 mengindikasikan kenaikan kebutuhan industri dan domestik. Melalui simulasi lima skenario, studi ini menemukan bahwa skenario 3 paling kritis dengan estimasi kerugian ekonomi mencapai Rp1,14 triliun/tahun, sementara skenario 1 paling optimal dengan kerugian terendah Rp828 miliar/tahun. Analisis WEF nexus juga mengungkapkan hubungan positif kuat antara pemenuhan air dan produksi pangan, hubungan signifikan antara debit turbin dan produksi energi, serta hubungan negatif moderat antara produksi pangan dan energi, menunjukkan adanya potensi kompetisi. Studi ini menyimpulkan pentingnya pengelolaan sumber daya air secara terintegrasi dan berbasis skenario dalam kerangka WEF nexus untuk mencapai ketahanan berkelanjutan di DAS Citarum Hilir.