Ringkasan:
Teks ini membahas sejarah dan evaluasi bus sekolah di Kota Bandung. Awalnya, bus sekolah hanya difungsikan untuk kegiatan sekolah tertentu. Kemudian, program bus sekolah diresmikan tahun 2015 sebagai respons terhadap kemacetan. Namun, rute bus sekolah saat ini cenderung mengadopsi rute angkutan umum yang sudah ada, bukan berdasarkan zonasi atau sebaran pelajar. Akibatnya, cakupan layanan terbatas dan tidak menjangkau semua pelajar secara menyeluruh. Penelitian menunjukkan masalah seperti rute tidak optimal, halte tidak tepat sasaran, keterlambatan, dan pemanfaatan rendah. Perbandingan dengan kota lain seperti Jakarta, Surabaya, dan Denpasar menyoroti perlunya peningkatan dalam hal kelembagaan, perencanaan rute, akses informasi, keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu. Hambatan utama adalah perencanaan rute yang kurang matang, sehingga menyebabkan rute tidak efektif, lokasi halte tidak strategis, dan waktu tempuh yang melebihi batas. Rekomendasi perbaikan layanan mencakup perencanaan rute yang lebih baik, evaluasi rutin, penjaminan keamanan, peningkatan kenyamanan, ketepatan waktu, dan sistem informasi yang lebih baik.