Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan analitis untuk merencanakan rute bus sekolah yang optimal. Penelitian diawali dengan mengevaluasi kinerja operasional bus sekolah di Kota Bandung dan kota lain, lalu menyusun kuesioner untuk mengumpulkan data tentang karakteristik sosio-ekonomi pelajar, pola perjalanan, dan preferensi mereka terhadap bus sekolah. Data kuantitatif diolah dengan analisis deskriptif, *crosstab*, uji Friedman, dan pemodelan spasial dengan ArcGIS Pro. Analisis *crosstab* digunakan untuk mengidentifikasi korelasi antara karakteristik pelajar dan keinginan menggunakan bus sekolah, sementara uji Friedman digunakan untuk menentukan prioritas layanan yang diinginkan pelajar. Perencanaan rute dilakukan dengan metode *School Bus Routing Problem* (SBRP) dua level, yaitu penentuan lokasi halte potensial berdasarkan jarak berjalan maksimal siswa (350m), dan perencanaan rute menggunakan *Vehicle Routing Problem* (VRP) dengan batasan waktu tempuh maksimal 60 menit dan batas keterlambatan sekolah (pukul 06.30). Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner (primer) dan data sekunder dari berbagai sumber terpercaya seperti peta digital, data demografis, *shapefile* jalan, dan data kecepatan lalu lintas.