Tesis M. Ramadhan Saputra meneliti optimasi sistem hybrid PLTS-PLTD-Baterai di PLTD Legon Bajak, Karimunjawa, untuk mengatasi biaya listrik tinggi dan emisi karbon akibat ketergantungan pada PLTD. Simulasi menggunakan PVSyst dan HOMER Pro menghasilkan desain optimal: PLTS 4.709 kWp, PLTD 3.600 kW, dan baterai 12.765 kWh. Sistem ini menurunkan biaya pokok penyediaan (BPP) dari Rp4.907/kWh menjadi Rp3.085/kWh, serta mengurangi emisi hingga 90,1%. Selain itu, PLTS Karimunjawa berpotensi menghasilkan 6.270 Renewable Energy Certificate (REC) per tahun, bernilai ekonomi hingga Rp9,28 miliar selama 25 tahun, yang dapat dimanfaatkan untuk reinvestasi energi terbarukan.