Studi tekno-ekonomi oleh Akmal Kholid Farhan ini menganalisis kelayakan PLTP dengan sistem flash binary cycle di WKP Kepahiang, Bengkulu. Studi ini memodelkan dua sistem flash binary untuk meningkatkan efisiensi konversi energi, yaitu dengan turbin condensing (Model 1) dan turbin back pressure bottoming (Model 2), menggunakan berbagai fluida kerja. Hasilnya menunjukkan Model 2 dengan fluida kerja n-pentane dan R245ca memberikan efisiensi konversi energi tertinggi, sementara Model 1 dengan R245ca juga menunjukkan performa baik. Evaluasi finansial proyek PLTP Kepahiang dengan daya 110 MW menunjukkan NPV positif, harga jual listrik yang kompetitif, IRR yang menarik, dan payback period yang realistis. Penelitian ini memberikan kerangka desain praktis untuk pengembangan lapangan geotermal serupa dalam mendukung transisi energi berkelanjutan di Indonesia.