Penelitian ini mengkonfirmasi keberadaan gen target MMLV-RT fusi pada *E. coli* BL21(DE3) transforman melalui PCR koloni. Selanjutnya, kurva pertumbuhan menunjukkan bahwa *E. coli* transforman tumbuh sedikit lebih lambat dibandingkan non-transforman, mengindikasikan beban metabolik tambahan akibat plasmid. Optimasi kelarutan MMLV-RT fusi dilakukan dengan induksi pada berbagai fase log pertumbuhan, penurunan suhu inkubasi, dan penambahan glukosa, namun tidak berhasil meningkatkan kelarutan melebihi fraksi tidak terlarut. Profil pertumbuhan pada volume kultur 330 ml selama 24 jam menunjukkan perbedaan laju pertumbuhan antara kontrol non-transforman dan transforman, dengan kontrol menunjukkan pertumbuhan lebih cepat. Analisis ekspresi protein menunjukkan keberadaan MMLV-RT fusi baik pada kondisi diinduksi maupun tidak, dengan konsentrasi total protein cenderung lebih tinggi pada kultur yang tidak diinduksi. Uji aktivitas enzim menunjukkan bahwa kultur yang tidak diinduksi memiliki aktivitas tertinggi pada jam ke-24. Konfirmasi ekspresi protein dengan metode purifikasi dan pemekatan yang berbeda menunjukkan bahwa fraksi kasar (crude) yang dipurifikasi dengan aseton tanpa induksi memiliki aktivitas enzim tertinggi, meskipun konsentrasi proteinnya relatif rendah.