Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan asbuton sebagai pengganti aspal minyak untuk perkerasan jalan karena sifat kelenturan dan ketahanannya. Namun, suhu pencampuran dan pemadatan asbuton yang tinggi menjadi kendala, sehingga diperkenalkan teknologi Warm Mix Asphalt (WMA) dengan metode foaming bitumen untuk menurunkan suhu tanpa mengurangi kinerja mekanik. Penelitian menunjukkan bahwa foaming bitumen berbasis asbuton menghasilkan campuran dengan kinerja lebih tinggi dari aspal pen. 60/70, tetapi pengujian jangka panjang terhadap ketahanan fatigue dan modulus resilien masih diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai resilient modulus (Mr) dan ketahanan fatigue campuran AC-WC berbasis foaming asbuton dan foaming aspal pen. 60/70 untuk mencari formulasi ideal demi menciptakan perkerasan jalan yang lebih ramah lingkungan dan tangguh. Penelitian ini akan menganalisis proses pembuatan aspal foaming, karakteristik WMA berbasis foaming asbuton, serta membandingkan nilai Mr dan ketahanan fatigue menggunakan alat pengujian standar dengan batasan material dan metode yang telah ditentukan.