Penelitian ini menggunakan metodologi yang terdiri dari tiga tahapan utama: data masukan, proses analisis, dan hasil. Dimulai dengan tinjauan pustaka untuk merumuskan parameter penilaian wayfinding berdasarkan Global Walkability Index dan Walkability in Asia. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan observasi lapangan, baik daring maupun luring, dengan 30 responden per segmen jalan untuk memahami pola navigasi dan kendala pejalan kaki. Data sekunder diperoleh dari perbandingan wayfinding di berbagai negara untuk menyusun elemen wayfinding yang direkomendasikan. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi kondisi eksisting di kawasan Blok M, mengukur sembilan parameter walkability melalui survei terhadap 134 responden, dan menghitung skor Walkability Index (WI) dan Global Walkability Index (GWI). Bobot parameter WI disesuaikan berdasarkan parameter Leather (2011). Hasil analisis digunakan untuk merumuskan rekomendasi perbaikan sistem wayfinding, termasuk peningkatan informasi, prioritas pejalan kaki, penambahan fasilitas penyeberangan, dan penertiban hambatan di jalur pejalan kaki.