Teks ini membahas pengembangan kawasan Blok M di Jakarta Selatan sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD) yang strategis dan berkelanjutan. Blok M memiliki potensi besar karena konektivitasnya yang baik dengan berbagai moda transportasi seperti MRT dan bus, serta posisinya sebagai pusat kegiatan ekonomi dan sosial. Pengembangan TOD di Blok M bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antar moda, kualitas hidup, dan aksesibilitas bagi pejalan kaki, pengendara sepeda, dan pengguna transportasi publik. Selain itu, Blok M akan dikembangkan sebagai green creative hub yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan, sejalan dengan kebijakan pemerintah DKI Jakarta. Teks juga membahas konsep walkability, yang merupakan elemen penting dalam TOD, serta pentingnya wayfinding (sistem penunjuk arah) dalam mendukung walkability dan kemudahan navigasi di kawasan perkotaan. Standar perancangan wayfinding di beberapa negara seperti Singapura, Toronto, dan London juga dibandingkan.