Tantangan transportasi perkotaan di Jakarta mendorong implementasi konsep Transit-Oriented Development (TOD), yang diatur dalam Peraturan Menteri ATR/BPN No. 16 Tahun 2017. TOD bertujuan mengintegrasikan transportasi massal dengan kawasan pejalan kaki, dan Blok M di Jakarta Selatan menjadi salah satu lokasi pengembangannya. Blok M yang strategis karena merupakan titik temu berbagai moda transportasi, akan dikembangkan menjadi pusat kegiatan ekonomi dan rekreasi berbasis green creative hub. Keberhasilan TOD sangat bergantung pada kualitas walkability, termasuk sistem wayfinding yang efektif untuk memandu pejalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas wayfinding di Blok M dan hubungannya dengan walkability index, guna memberikan rekomendasi untuk meningkatkan sistem wayfinding dan mendukung kawasan TOD yang lebih ramah pejalan kaki. Penelitian ini akan mengeksplorasi profil dan perilaku navigasi pengguna, mengevaluasi kualitas sistem wayfinding saat ini menggunakan walkability index, dan merumuskan rekomendasi perbaikan.