Perusahaan perlu mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis dan kebutuhan pelanggan di masa depan. Salah satu alat untuk mengelola strategi masa depan adalah perencanaan skenario (scenario planning). Perencanaan skenario melibatkan identifikasi isu fokus utama, analisis pendorong perubahan (driving forces) baik internal maupun eksternal, penentuan ketidakpastian kritis, pembangunan kerangka skenario, pengembangan narasi, eksplorasi implikasi, dan identifikasi sinyal peringatan dini (early warning signals). Proses ini dimulai dengan pernyataan isu bisnis dan eksplorasi lingkungan bisnis, yang kemudian digunakan untuk mendefinisikan isu fokus utama dan komponen lainnya, dengan modifikasi pada diagram perencanaan skenario yang ada untuk memasukkan implikasi dan opsi sebagai input ke sinyal peringatan dini, mengingat sifat bisnis laboratorium.