Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Sakurai, dengan parameter kohesi 7.2 kPa yang diperoleh, memberikan estimasi deformasi lereng yang lebih akurat (deformasi 30 mm dengan kesalahan 8.73%) dibandingkan metode konvensional (deformasi 22 mm dengan kesalahan 20.27%), terutama pada tambang dengan keterbatasan data deformasi. Perbandingan lokasi studi menunjukkan konsistensi metode Sakurai dalam merepresentasikan kondisi aktual deformasi. Peneliti menyarankan validasi multi-skenario untuk meningkatkan keandalan metode Sakurai pada lokasi tanpa data aktual dan studi jangka panjang untuk menguji akurasi prediksi deformasinya seiring waktu.