Analisis nonlinear statik beban dorong (pushover) menggunakan pendekatan nodal load CQC untuk menentukan kinerja struktur. Beban gravitasi diaplikasikan terlebih dahulu, diikuti beban CQC, yang rasio antar lantai lebih penting daripada besarnya. Kurva kapasitas struktur (hubungan gaya geser dasar terhadap perpindahan atap) menunjukkan level kinerja dan sifat struktur dalam menanggung beban lateral, dengan degradasi kekakuan hingga kegagalan, namun mampu berperilaku inelastik. Titik kinerja struktur, yang diperoleh dari perpotongan kurva kapasitas dan kurva permintaan (dihitung dengan linearisasi ekivalen FEMAA 440), menentukan tingkat kinerja struktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur memiliki level kinerja Immediate Occupancy (IO) dengan Usage Ratio maksimum 0.5 IO, didominasi pelelehan pada dinding geser dan balok induk. Hierarki keruntuhan menunjukkan urutan kegagalan elemen struktur, dimana balok perangkai dapat mengalami kerusakan sebelum titik kinerja tercapai, namun jumlahnya sedikit karena adanya outrigger dan belttruss. Kerusakan balok perangkai ini dapat diantisipasi dengan pemasangan perangkat VCD (Viscoelastic Damper), dan untuk memverifikasi kerusakan balok perangkai hasil analisis pushover, akan dilakukan analisis lebih lanjut dengan nonlinear time history analysis (NLTHA).