Teks tersebut membahas mengenai penggunaan beberapa perangkat lunak dalam analisis struktur bangunan, seperti ETABS, PERFORM-3D, Xtract, dan MATLAB. Fokus utama adalah analisis struktur 10 lantai dan 50 lantai dengan metode Response Spectrum Analysis (RSA), Linear Time History Analysis (LTHA), dan Nonlinear Time History Analysis (NLTHA). Desain awal struktur memperhatikan standar SNI terkait struktur tahan gempa. Hasil desain elemen struktur (balok, kolom, pelat) digunakan untuk menghitung initial cost dari setiap model. Lebih lanjut, teks menjelaskan mengenai desain dan biaya elemen sistem peredam menggunakan Viscoelastic Damper (VED), termasuk perhitungan biaya gabungan yang mempertimbangkan biaya VED, balok pemikul VED, dan kolom pedestal. Persebaran dataset (kombinasi optimasi) juga dibahas, yang dikelompokkan ke dalam kuadran untuk merepresentasikan pemenuhan persyaratan story drift dan VED displacement. Algoritma Gaussian Process Regression (GPR) digunakan untuk optimasi jumlah VED, dengan validasi hasil optimasi melalui LTHA dan NLTHA. Teks juga membandingkan hasil optimasi antara metode GPR dan brute force, serta komparasi hasil analisis optimasi struktur 10 lantai, 30 lantai, dan 50 lantai dengan VED. Hasil menunjukkan bahwa algoritma GPR efektif dalam mereduksi biaya struktur dengan VED, dan perbedaan kekakuan pada struktur mempengaruhi hasil optimasi biaya.