Hasil dan pembahasan pada bab IV ini menganalisis karakteristik perubahan tutupan lahan di DAS Citarum Majalaya dari tahun 2010 hingga 2020, menunjukkan penurunan signifikan pada kawasan hutan dan peningkatan lahan terbangun serta ladang. Model SWAT digunakan untuk mengkalibrasi dan memvalidasi aliran sungai, menunjukkan bahwa model mampu menggambarkan pola variasi debit harian. Variasi curah hujan bulanan menunjukkan pola dua puncak ekuatorial yang unik di cekungan Bandung. Analisis hubungan curah hujan dan debit menunjukkan korelasi moderat hingga kuat, tergantung pada sumber data. Kuantifikasi pengaruh variabilitas iklim dan perubahan tutupan lahan terhadap debit menunjukkan bahwa variabilitas iklim memiliki pengaruh lebih besar pada kejadian ekstrem, sedangkan perubahan tutupan lahan lebih dominan pada kejadian yang lebih sering terjadi. Kondisi kualitas air di intake Cibangoak dianalisis berdasarkan parameter TDS, TSS, dan kekeruhan, menunjukkan hubungan yang bervariasi dengan debit. Variabilitas iklim dan perubahan tutupan lahan juga mempengaruhi kekeruhan, dengan perubahan tutupan lahan memberikan dampak signifikan terhadap fluktuasi kekeruhan.