Teks ini adalah bagian dari sebuah laporan teknik yang mendokumentasikan pemodelan dan analisis struktur bangunan 10 lantai di Jakarta yang dirancang sebagai fasilitas kesiapan darurat dan tanggap bencana. Data bangunan mencakup lokasi, jumlah lantai, tinggi antar tingkat, mutu beton, dan mutu baja tulangan. Bangunan ini dikategorikan sebagai risiko IV, dengan desain yang berfokus pada ketahanan terhadap bencana alam. Pemodelan struktur dilakukan menggunakan perangkat lunak ETABS, dengan mempertimbangkan pembebanan gravitasi (beban mati dan hidup), beban hujan, beban angin, dan beban gempa. Proses pemodelan melibatkan beberapa iterasi untuk mengoptimalkan penempatan dinding geser guna meminimalkan efek torsi. Analisis struktur tahan gempa dilakukan berdasarkan SNI 1726-2019, termasuk pengecekan mode shape, penentuan periode getar fundamental, perhitungan gaya geser dasar, pengecekan ketidakberaturan vertikal dan horizontal, pemeriksaan faktor redundansi, pemeriksaan interstory drift, efek P-Delta, dan lendutan gravitasi. Desain penulangan elemen struktur (balok, kolom, pelat, dan dinding geser) dilakukan berdasarkan SNI 2847-2019, termasuk perhitungan penulangan lentur, geser, dan torsi. Selain itu, dilakukan juga pemeriksaan syarat strong column weak beam (SCWB) dan kapasitas geser hubungan balok kolom.