Teks tersebut membahas penerapan Project Production Management (PPM) di proyek Terminal 5 Heathrow (T5) di London dan di PT X di Indonesia. PPM di T5 melibatkan penggunaan teknologi canggih seperti pemodelan 3D dan 4D, standarisasi desain, dan sistem ProjectFlow. Sementara itu, PT X menerapkan PPM sebagai solusi atas masalah pembengkakan biaya dan keterlambatan proyek, dengan didukung oleh perangkat lunak SPS. Analisis penerapan PPM di PT X menunjukkan bahwa Production Engineering (PE) belum sepenuhnya diterapkan, sementara Production System Optimization (PSO) dan Project Production Control (PPC) sudah diimplementasikan. PT X menghadapi tantangan dalam penerapan PPM terkait biaya, teknis, tekanan kerja, miskonsepsi, dan komunikasi. Pembelajaran penting dari penerapan PPM di PT X adalah perlunya perubahan mindset, keterlibatan seluruh stakeholder, fokus pada pengembangan SDM dan pengetahuan, fleksibilitas dalam penggunaan alat, serta dampak positif pada prediktabilitas dan visibilitas proyek.