Penelitian ini dilakukan di PT X, perusahaan yang bergerak di bidang energi terbarukan dan sektor industri lainnya dengan fokus pada Engineering, Procurement, and Construction (EPC), yang telah menerapkan Project Production Management (PPM) sejak 2019 untuk meningkatkan produktivitas proyek. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dengan dua narasumber, yaitu Lead PPM Discipline dan tim PPM proyek. Penerapan PPM di PT X dipicu oleh keinginan untuk mengatasi masalah *cost overrun* dan *over schedule*, dan didukung oleh penggunaan *software* Strategic Project SolutionsProduction Manager (SPSPM). Fokus utama PPM di PT X mencakup *production engineering, production system optimization*, dan *project production control*, dengan mengukur *commitment reliability* (CR) dan *percent anticipated task* (PAT) sebagai indikator kinerja. Tantangan yang dihadapi meliputi masalah teknis terkait penerapan *flow* pekerjaan, tekanan kerja pada tim PPM, miskonsepsi mengenai perbedaan PPM dengan *earned value management*, dan kurangnya kepercayaan terhadap output dari tim PPM.