Industri konstruksi menghadapi tantangan kompleks yang memengaruhi produktivitas dan efisiensi proyek, sehingga penerapan manajemen proyek yang efektif menjadi krusial. Munculnya Project Production Management (PPM) sebagai pendekatan baru bertujuan mengatasi kekurangan manajemen proyek konvensional dengan fokus pada proyek sebagai sistem produksi, mempertimbangkan variabilitas, kapasitas, dan pengendalian inventori. PPM terbukti berhasil meningkatkan efisiensi di proyek-proyek besar seperti Terminal 5 Bandara Heathrow dan diimplementasikan oleh PT X di Indonesia untuk menghadapi persaingan di sektor EPC. Penelitian tentang penerapan PPM di PT X penting untuk memahami gambaran implementasi dan tantangan yang dihadapi, yang akan memberikan wawasan bagi organisasi lain yang ingin mengadopsi PPM. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan PPM di PT X, tantangan yang dihadapi, serta memberikan *lesson learned* untuk pengembangan PPM di sektor konstruksi.