Teks ini membahas secara komprehensif perancangan produk platform "OSDatum" (Offshore Tidal Datum) yang bertujuan menyediakan informasi nilai datum pasut terintegrasi di wilayah kerja Oses ONWJ. Platform ini dirancang untuk insinyur, dengan fokus pada perencanaan, pemodelan, dan jadwal pengerjaan agar menghasilkan produk sesuai spesifikasi dan standarisasi.
Proses perancangan dimulai dari analisis kebutuhan pengguna untuk mengidentifikasi kebutuhan fungsional dan nonfungsional. Perhitungan datum pasut melibatkan pengolahan data pasut jangka panjang (2006-2024) dari model global TPXO (dengan 11 komponen harmonik) yang dikoreksi menggunakan data observasi lapangan 28 hari dari sensor LUWES di Pulau Pramuka, dianalisis dengan algoritma UTIDE. Faktor koreksi amplitudo dan fase dari perbandingan ini kemudian diterapkan ke seluruh wilayah studi untuk memprediksi 19 tahun data pasut. Lima jenis datum pasut (MSL, HAT, LAT, MHWS, MLWS) kemudian dikomputasi menggunakan toolbox Tide Peaks, selaras dengan standar BIG.
Infrastruktur platform dibangun sebagai website full-stack menggunakan ReactJS untuk frontend yang interaktif dan responsif, NodeJS untuk backend sebagai perantara data, serta Firebase sebagai layanan cloud (autentikasi pengguna, penyimpanan data, manajemen file). Website ini menyajikan empat halaman utama: Home, About Us, Map, dan Datum, dengan navigasi cepat. Halaman peta memungkinkan eksplorasi grid spasial, sedangkan halaman datum menyajikan nilai datum setelah verifikasi izin akses/pembayaran.
Model bisnis OSDatum dirancang dengan dua skema utama: penjualan penuh platform kepada institusi besar (paket komprehensif) dan penjualan informasi datum per grid kepada pengguna individu atau publik melalui sistem berbasis izin (pay-per-grid access). Skema ini bertujuan untuk mencapai keberlanjutan finansial dan fleksibilitas distribusi data.
Analisis perancangan menunjukkan kelebihan pada fondasi ilmiah yang kuat dalam metode pengolahan data pasut, skalabilitas dan efisiensi teknologi (ReactJS, NodeJS, Firebase), serta model bisnis ganda yang adaptif. Namun, terdapat beberapa kekurangan, yaitu keterbatasan interaktivitas peta, ketiadaan data real-time (hanya historis 2006-2024), dan terutama penggunaan hanya satu titik observasi lapangan (Pulau Pramuka) untuk koreksi yang membatasi representasi spasial di seluruh wilayah ONWJ. Untuk meningkatkan akurasi, direkomendasikan implementasi interpolasi spasial, pengajuan akses data pasut dari BIG, pemasangan stasiun pasut tambahan, dan penambahan jenis datum pasut lainnya. Jadwal pengerjaan proyek mencakup kegiatan pembuatan datum pasut, pembangunan infrastruktur, dan pelaporan.