Teks ini membahas pengembangan produk untuk mengatasi masalah ketiadaan data datum pasang surut (pasut) yang akurat dan konsisten di wilayah lepas pantai Indonesia, khususnya di area eksplorasi minyak dan gas bumi Offshore South East Sumatera (OSES) dan Offshore North West Java (ONWJ). Data pasut sangat krusial untuk kegiatan maritim seperti navigasi, survei hidrografi, perencanaan infrastruktur, dan operasional migas; ketidakakuratannya dapat menyebabkan risiko keamanan dan kerugian finansial karena ketergantungan pada asumsi lokal atau interpolasi data darat.
Untuk mengatasi masalah ini, diusulkan **OSDATUM (Offshore Tidal Datum)**, sebuah platform berbasis website (www.osdatum.vercel.app) yang berfungsi sebagai pusat integrasi, penyimpanan, dan penyajian data datum pasut. Penentuan datum pasut dilakukan menggunakan pendekatan alternatif, yaitu model numerik global/regional seperti TPXO (TOPEX/POSEIDON Crossover) Indian Ocean Atlas. Model ini mensintesis data tinggi muka air jangka panjang dari komponen harmonik untuk menghitung berbagai datum penting seperti Mean Sea Level (MSL), Highest Astronomical Tide (HAT), Lowest Astronomical Tide (LAT), Mean High Water Spring (MHWS), dan Mean Low Water Spring (MLWS), yang masing-masing memiliki fungsi spesifik dalam kegiatan kelautan.
Secara bisnis, proyek OSDATUM dianggap sangat efisien, dengan estimasi biaya Rp413 juta namun berpotensi menghindari kerugian hingga Rp13 miliar yang timbul akibat ketidakakuratan data sebelumnya, menghasilkan rasio biaya-manfaat sebesar 31,664. Platform ini memiliki potensi penjualan kepada instansi maupun individu, dan prototipe dapat diproduksi dalam 4 bulan. Tujuan utamanya adalah meningkatkan efisiensi, aksesibilitas, dan akurasi data datum pasut bagi pengguna di sektor maritim dan lepas pantai.