Teks ini memperkenalkan bab pertama dari sebuah penelitian yang berfokus pada proses integrasi dan sinergi pasca-pembentukan Holding BUMN Sektoral (SOH) di Indonesia.
**Latar Belakang dan Permasalahan:**
BUMN memainkan peran krusial dalam perekonomian Indonesia, menyumbang lebih dari sepertiga PDB dan memiliki aset besar yang melampaui Temasek dan Khazanah. Namun, efisiensi dan kontribusi mereka terhadap PDB masih kalah. Sebagai respons, Kementerian BUMN mengadopsi strategi portofolio dinamis, termasuk konsolidasi BUMN menjadi SOH sektoral (dari 114 menjadi 60 perusahaan induk) untuk mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan daya saing. Meskipun pembentukan SOH ini adalah langkah strategis, penelitian mengenai proses integrasi dan pengembangan sinergi pasca-pembentukan masih terbatas. Tantangan yang muncul meliputi penyatuan entitas yang sebelumnya bersaing, kurangnya keterkaitan rantai pasok, masalah persaingan bisnis, kriteria pemilihan holding yang terlalu umum, dan bergabungnya BUMN yang tidak memiliki keunggulan kompetitif. Kerangka kerja integrasi pasca-merger konvensional yang berfokus pada sektor swasta tidak memadai untuk konteks BUMN Indonesia yang memiliki mandat ganda (ekonomi dan pelayanan publik) serta tujuan non-ekonomi.
**Tujuan dan Pertanyaan Penelitian:**
Penelitian ini bertujuan untuk:
1. Menjelajahi tantangan kritis dalam integrasi dan sinergi pasca-pembentukan SOH sektoral.
2. Mengidentifikasi pendorong keberhasilan integrasi untuk kinerja berkelanjutan.
3. Mengembangkan indikator terukur untuk menilai efektivitas integrasi dan sinergi.
4. Merumuskan strategi implementasi integrasi dan sinergi yang praktis dan spesifik kategori.
**Pendekatan dan Metode Penelitian:**
Studi ini menggunakan pendekatan studi kasus berganda dengan desain metode campuran (kualitatif dominan) yang berlandaskan pragmatisme dan penalaran abduktif. Metodologi yang digunakan meliputi Soft Systems Methodology (SSM) untuk eksplorasi dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk pemetaan prioritas, dibagi dalam tiga fase: eksplorasi masalah, pemetaan prioritas strategis, dan pengembangan kerangka kerja.
**Asumsi, Keterbatasan, dan Orisinalitas:**
Penelitian ini berfokus pada fase pasca-pembentukan SOH sektoral di Indonesia (hingga 31 Desember 2019) dan tidak mencakup isu pra-pembentukan atau generalisasi ke luar negeri. Potensi bias respons diakui dan diminimalisir. Orisinalitas studi terletak pada pengisian kesenjangan literatur tentang integrasi pasca-pembentukan BUMN dengan intervensi pemerintah, kompleksitas SOH Indonesia (seperti *saham dwiwarna*, entitas yang beragam/bersaing, tujuan hibrida ekonomi dan non-ekonomi), serta kontribusi metodologisnya melalui kombinasi SSM dan AHP. Penelitian ini memperluas kerangka kerja integrasi pasca-merger yang ada untuk mencakup dimensi intervensi pemerintah, tujuan organisasi hibrida, dan penciptaan nilai non-ekonomi.