Peningkatan permintaan baja global sebagai material kunci infrastruktur menimbulkan tantangan serius terkait konsumsi energi dan emisi CO2 yang signifikan dari proses produksinya. Untuk mengatasi masalah ini sekaligus meningkatkan sifat mekanik baja, pendekatan *rapid tempering* (RT) diusulkan sebagai alternatif perlakuan panas konvensional yang lebih efisien. Metode RT melibatkan pemanasan singkat pada suhu tinggi untuk menghasilkan mikrostruktur halus dan seragam, sehingga meningkatkan kekuatan, ketangguhan, dan keuletan baja, sekaligus mengurangi waktu siklus produksi, menghemat energi, dan secara tidak langsung menurunkan emisi karbon akibat efisiensi penggunaan material. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh *rapid tempering* terhadap mikrostruktur dan sifat mekanik baja karbon rendah SS400 dengan variasi waktu penahanan sangat singkat, serta membandingkannya dengan tempering konvensional, guna menemukan metode perlakuan panas yang lebih efisien dan ramah lingkungan.