Penelitian ini menarik beberapa kesimpulan penting mengenai perilaku dinding bata terkekang di bawah beban lateral, serta memberikan saran untuk pengembangan lebih lanjut.
**Kesimpulan Utama:**
1. **Mekanisme Kegagalan:** Dinding bata terkekang dapat mengalami kegagalan geser atau lentur, yang dipengaruhi oleh spesifikasi dinding. Umumnya geser, namun peningkatan kekuatan elemen dinding dapat menggeser mekanisme ke lentur.
2. **Faktor Kapasitas:** Kapasitas dinding sangat dipengaruhi oleh kekuatan elemen dinding (mutu pasangan bata dan lapisan plester), sementara kekuatan elemen portal kurang berpengaruh langsung terhadap kapasitas.
3. **Peran Portal:** Elemen portal signifikan dalam memberikan kekangan pada dinding, yang meningkatkan kapasitas dan drift. Detailing sambungan balok-kolom dan dinding-kolom yang baik krusial; detailing yang buruk dapat menurunkan kapasitas hingga 69%.
4. **Kekakuan dan Drift:** Kekakuan portal berbanding lurus dengan drift, sedangkan kekakuan dinding berbanding terbalik. Momen inersia penampang dan sambungan balok-kolom mempengaruhi kekakuan portal, sementara lapisan plester sangat mempengaruhi kekakuan dinding.
5. **Perkuatan Ferrocement:** Dinding dengan perkuatan ferrocement mengalami peningkatan kapasitas maksimum (dipengaruhi gaya tarik wiremesh) dan daktilitas tambahan, menyerupai angkur menerus.
6. **Model Backbone Curve:** Dikembangkan model kurva trilinear (crack, maksimum, ultimate) untuk kapasitas dan drift. Kapasitas dipengaruhi mutu pasangan bata, plester, dan kekangan portal. Drift dipengaruhi perbandingan kekakuan elemen dan detailing.
7. **Persamaan Empiris:** Persamaan untuk menghitung kapasitas dan drift pada ketiga titik kurva backbone telah dirumuskan berdasarkan kategori dinding (tanpa plester, dengan plester, diperkuat ferrocement).
8. **Pemodelan 3D:**
* Kapasitas bangunan dinding bata terkekang 3D dapat dihitung dengan menjumlahkan kapasitas maksimum seluruh panel, mendekati 92% dari hasil eksperimen.
* Pemodelan menggunakan backbone curve ajuan sebagai *strut* pada *equivalent truss model* untuk bangunan 3D menghasilkan kapasitas lebih rendah (sekitar 73% dari eksperimen) dan hanya menangkap tahanan *inplane*.
* Model *strut* 3D sesuai untuk panel dinding dengan kapasitas portal yang lebih tinggi, di mana kekuatan ditentukan oleh kapasitas *strut*.
**Saran untuk Penelitian Lanjutan:**
1. **Konstanta Statistik:** Perlu perbaikan dalam penentuan konstanta statistik, khususnya pada drift, agar lebih akurat mengilustrasikan kontribusi setiap parameter elemen.
2. **Pengaruh Kapasitas Portal:** Diperlukan peninjauan yang lebih spesifik mengenai pengaruh kapasitas portal terhadap kapasitas dinding bata terkekang.
3. **Properti Material:** Perumusan properti material pasangan bata harus ditingkatkan agar model dapat merepresentasikan perilaku dinding dengan lebih baik, mengingat persamaan empiris sangat bergantung pada data.
4. **Model Analisis 3D:** Pengembangan model analisis bangunan 3D yang lebih tepat untuk mengilustrasikan perilaku struktur dinding bata terkekang, sehingga model backbone curve ajuan dapat digunakan sebagai input analisis dengan hasil yang lebih baik.