Teks ini menjelaskan metodologi penelitian untuk mengembangkan dan memvalidasi *backbone curve* bagi dinding bata terkekang.
**Prosedur Penelitian (iii.1):**
Penelitian ini melalui empat tahapan utama:
1. **Studi Literatur:** Mengawali penelitian dengan meninjau studi eksperimental dan pengolahan data empiris sebelumnya untuk menentukan arah penelitian.
2. **Pengumpulan Data:** Mengumpulkan data berupa model analisis dinding bata terkekang (formula kapasitas retak dan maksimum, model *backbone curve*) serta data eksperimen dari Indonesia (spesimen, geometri, hasil *hysteresis* dan *envelope curve*). Data ini digunakan untuk menganalisis perilaku dinding (kapasitas beban, deformasi, dan mekanisme kegagalan).
3. **Pembuatan Backbone Curve:** Menentukan model dasar *backbone curve* berbentuk kurva trilinear dengan titik-titik penting (retak, maksimum, ultimat) dan parameter yang berpengaruh. Persamaan untuk nilai titik-titik ini dikembangkan menggunakan analisis statistik dan probabilistik dari data eksperimen Indonesia secara iteratif. Model ajuan kemudian dibandingkan dengan model terdahulu dan diperbaiki jika belum representatif.
4. **Validasi Backbone Curve:** Menguji *backbone curve* yang dikembangkan menggunakan analisis *pushover* dengan memodelkan dinding bata terkekang sebagai portal beton bertulang dengan *strut* mengikuti model Rankawat et al. (2021), di mana input non-linear berasal dari *backbone curve* ajuan.
**Model Dasar Backbone Curve (iii.2):**
* **Model:** Kurva trilinear, didasarkan pada pengamatan kurva beban-deformasi eksperimental dan literatur. Kurva ini merepresentasikan perilaku elastis, penurunan kekakuan akibat retak, hingga kegagalan struktur.
* **Titik Penting:**
* **Titik Crack:** Perubahan kekakuan *secant* 10-15% akibat penambahan beban.
* **Titik Maksimum:** Beban maksimum yang diterima dinding.
* **Titik Ultimat:** Penurunan beban hingga 80% dari beban maksimum, atau beban terakhir jika tidak ada penurunan 20%.
* **Proses:** Kurva *envelope* eksperimen diidealisasi menjadi kurva trilinear. Data dari pembebanan dua arah (tekan dan tarik) diolah karena perilaku dinding tidak simetris.
**Database Dinding Bata Terkekang (iii.3):**
Terkumpul 37 spesimen, termasuk 4 spesimen dengan perkuatan *ferrocement*. Meskipun setiap kategori memiliki perilaku unik, secara umum kurva beban-deformasi mengikuti pola trilinear. Perbedaan antar kategori diakomodasi dalam persamaan penentu titik-titik utama kurva.
* **Mekanisme Kegagalan:** Diamati dua jenis utama:
* **Geser:** Ditandai retak diagonal (misalnya, Wijaya 2009, Firdaus 2023).
* **Lentur:** Ditandai retak terkonsentrasi di bagian bawah dinding atau hancurnya kolom (misalnya, PUSKIM 2012, Talitha 2025 untuk *ferrocement*).
**Uji Validitas Model Ajuan Backbone Curve (iii.4):**
Validasi menggunakan analisis *pushover* dengan *Equivalent Truss Method* (ETM) berdasarkan Rankawat et al. (2021). Dinding dimodelkan sebagai portal beton bertulang dengan *strut* dua arah. *Axial hinge* pada *strut* didapatkan dari *backbone curve* yang dikonversi menggunakan formula spesifik. Validasi dilakukan terhadap struktur rumah sederhana dari penelitian Lie (2011), dengan analisis *pushover* hanya pada arah *in-plane*. Panel dinding dengan bukaan besar akan dimodelkan tanpa *strut*. Hasil analisis akan dibandingkan dengan data eksperimen asli.