Berikut adalah ringkasan teks tersebut:
**Judul Asli:** Analisis Konsentrasi dan Karakteristik Suspended Atmospheric Microplastics di Kawasan Instalasi Pengolahan Sampah Terpadu
**Penulis:** Muhamad Rizki Ramdani
**Institusi:** Program Studi Sarjana Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Bandung
**Tahun:** September 2024
**Ringkasan:**
Penelitian ini menganalisis konsentrasi dan karakteristik mikroplastik tersuspensi di udara di kawasan Instalasi Pengolahan Sampah Terpadu (IPST) Sabuga, Bandung. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya kontribusi sampah plastik di Indonesia (6,79 juta ton per tahun pada 2023) dan potensi dihasilkannya mikroplastik (< 5 mm) dari proses pengelolaan sampah akibat kompresi, friksi, dan abrasi mekanik. Mikroplastik menjadi isu global karena dampak negatifnya terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.
Metode penelitian meliputi pengambilan sampel Total Suspended Particulate (TSP) sesuai SNI 7119-3:2017, identifikasi terduga mikroplastik, *pretreatment* sampel (ekstraksi dengan air ultrapure, dekomposisi bahan organik dengan H2O2, dan pemisahan densitas menggunakan Natrium Iodida (NaI)), identifikasi dan pengukuran mikroplastik menggunakan mikroskop digital, serta identifikasi komponen polimer pada salah satu sampel menggunakan spektroskopi Raman. Data juga dianalisis secara statistik dengan uji korelasi Spearman.
**Hasil utama penelitian ini adalah:**
* **Konsentrasi Mikroplastik:** Rata-rata konsentrasi mikroplastik tersuspensi di udara IPST Sabuga adalah **5,13 mpm³**, dengan rentang 4,22 – 6,95 mpm³.
* **Bentuk Mikroplastik Dominan:** **Fiber (78%)** merupakan bentuk paling banyak teridentifikasi, diikuti oleh fragmen (18%) dan film (4%).
* **Ukuran Mikroplastik:** Rentang ukuran yang teridentifikasi adalah **22 – 4.912 µm**, dengan rata-rata **694 µm**. Mayoritas mikroplastik berukuran kurang dari 500 µm (57,3%).
* **Warna Mikroplastik Dominan:** **Hitam (70,1%)** adalah warna yang paling banyak ditemukan, diikuti oleh coklat (11,2%), putih (6%), biru (4,1%), transparan (3,4%), merah (3%), dan hijau (2,2%).
* **Jenis Komponen Polimer:** Analisis spektroskopi Raman pada satu mikroplastik berbentuk fiber berwarna hitam menunjukkan skor kecocokan 92,64% dengan spektrum komposit yang mengandung Gallium Arsenide (28%), Van Dyke Brown (25%), Thermolite380 (17%), Lanthanum Chloride Hydrated (16%), dan Goethite (14%). Kehadiran Thermolite380 mengindikasikan kemungkinan material dasar PVC.
* **Korelasi Statistik:** Terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara bentuk fiber dengan warna hitam, bentuk film dengan warna putih, serta warna putih dengan transparan. Hubungan yang lemah namun signifikan juga ditemukan antara jumlah mikroplastik dan tekanan udara.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa fasilitas pengolahan sampah merupakan sumber emisi mikroplastik ke udara, dengan karakteristik yang beragam dalam bentuk, ukuran, dan warna. Rekomendasi yang diberikan mencakup perbaikan pengelolaan sampah di sumber, penerapan program Extended Producer Responsibility (EPR) untuk produsen, pengembangan dan penggunaan plastik biodegradable, serta pemasangan sistem ventilasi (seperti Local Exhaust Ventilation) di area pengolahan sampah untuk mengontrol emisi mikroplastik.
**Kata Kunci:** sampah plastik, pengelolaan sampah, fasilitas pengolahan sampah, tsp, mikroplastik.