Penelitian ini menganalisis hasil prediksi kualitas Air Asam Tambang (AAT) menggunakan dua metode pemodelan utama: PHREEQC untuk laju oksidasi mineral sulfida, dan Random Forest Regression (RFR) untuk parameter fisik dan kimia air lindian. Metodologi ini menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis data sekunder, meliputi data mineralogi (XRD) serta parameter fisik dan kimia air lindian dari uji kinetik laboratorium. Pemodelan PHREEQC menggunakan 4 sampel batuan target untuk menentukan laju oksidasi pirit, sedangkan RFR dilatih dengan 32 sampel batuan berlitologi serupa untuk memprediksi nilai TDS, Fe, dan SO4 pada 4 sampel target, setelah melalui tahap validasi dan pra-pemrosesan data. Keandalan model dievaluasi menggunakan metrik koefisien determinasi (R-squared), Root Mean Squared Error (RMSE), dan Mean Absolute Error (MAE).