Simulasi dilakukan pada pelat dengan dua jalur pengelasan untuk menilai dampak fluks panas tubuh terhadap respons struktural, terutama terkait dengan perilaku termo-mekanis yang diinduksi selama proses pengelasan. Tujuan utama analisis ini adalah untuk menyelidiki bagaimana variasi dalam input panas memengaruhi parameter struktural penting, yaitu perpindahan maksimum dan tegangan maksimum yang dialami pelat. Hasil simulasi menunjukkan bahwa fluks panas tubuh yang terlalu tinggi atau terlalu rendah menghasilkan perpindahan dan tegangan maksimum yang hampir konstan. Faktor skala 0.2 dianggap paling sesuai untuk simulasi lebih lanjut karena menjaga respons termal material dalam rentang yang valid. Validasi model dilakukan dengan membandingkan suhu yang diprediksi dengan pengukuran eksperimental, menunjukkan kesesuaian yang baik. Evaluasi tiga urutan pengelasan menunjukkan bahwa urutan yang dioptimalkan secara signifikan mengurangi deformasi, yang dikonfirmasi melalui pengukuran eksperimental. Implementasi urutan pengelasan yang dimodifikasi kedua menghasilkan peningkatan besar dalam akurasi dimensi dan konsistensi, menghilangkan kebutuhan perbaikan tambahan dan meningkatkan efisiensi manufaktur.