Jemaah haji Indonesia akan segera memasuki puncak ibadah haji 2024, yang meliputi wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, serta lontar jumrah. Kementerian Agama (Kemenag) melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) berfokus utama pada keselamatan, kesehatan, dan kelancaran jemaah. Untuk itu, diterapkan skema murur bagi jemaah risiko tinggi, lansia, dan disabilitas saat mabit di Muzdalifah guna menghindari kepadatan. Selain itu, Kemenag juga melakukan mitigasi risiko di Mina, mengingat keterbatasan area dan jumlah jemaah yang besar, dengan mengatur pergerakan, memastikan ketersediaan fasilitas, serta mengoordinasikan jadwal lontar jumrah dengan otoritas Arab Saudi untuk menghindari keramaian dan suhu ekstrem.