Pariwisata halal mengalami pertumbuhan pesat secara global, terutama di negara mayoritas muslim, didorong oleh peningkatan jumlah wisatawan muslim dan potensi belanja yang besar. Generasi muda, khususnya Gen Z dan Milenial, memanfaatkan media sosial sebagai sumber informasi wisata utama, menjadikan konten autentik dan interaksi digital penting dalam pengambilan keputusan. Pemerintah Indonesia menjadikan wisata halal sebagai agenda strategis nasional, meskipun mengalami penurunan peringkat dalam indeks global. Di Bali, wacana wisata halal memicu resistensi karena dianggap bertentangan dengan identitas budaya lokal, sehingga persepsi masyarakat di media sosial, khususnya Twitter, menjadi penting untuk dianalisis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sentimen publik terhadap wacana wisata halal di Bali melalui analisis data Twitter, dengan fokus pada polaritas sentimen dan topik yang diperdebatkan, untuk memberikan rekomendasi pengembangan wisata yang lebih responsif terhadap pendapat masyarakat dan nilai-nilai lokal.