Tesis Ahmad Hafizh dari SBM ITB (2025) menganalisis anomali pasar musiman (January Effect, Day of the Week Effect, dan Rogalski Effect) pada *daily stock returns* saham LQ45 di BEI periode 2016-2024. Penelitian ini bertujuan memberikan bukti terkini mengenai persistensi anomali tersebut, mengingat hasil penelitian sebelumnya yang inkonsisten. Metode penelitian menggunakan uji nonparametrik Mann-Whitney U dan Kruskal-Wallis H karena data tidak normal dan varians tidak homogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa January Effect (p=0.080) dan Day of the Week Effect (p=0.207) cenderung mendukung Hipotesis Pasar Efisien (EMH) bentuk lemah, karena tidak ada bukti signifikan kemunculan konsisten anomali ini, mengindikasikan pola harga historis sederhana telah diarbitrase. Investigasi Rogalski Effect menemukan pola kontradiktif; *Monday effect* (return hari Senin lebih rendah) signifikan hanya di bulan Januari (p=0.000), tidak di bulan non-Januari (p=0.445). Temuan ini menantang interpretasi langsung EMH, menunjukkan inefisiensi pasar dapat muncul tak terduga. Studi ini berkontribusi pada diskusi efisiensi pasar berkembang, menekankan perlunya studi spesifik konteks. Implikasi praktisnya, investor LQ45 harus berhati-hati dengan strategi berbasis kalender umum dan mempertimbangkan pola *Monday effect* unik di bulan Januari. OJK dan BEI disarankan meneliti lebih lanjut perilaku pasar ini untuk meningkatkan keadilan dan transparansi. Penelitian ini didukung oleh Dr. Ir. Subiakto, M.B.A. dan didedikasikan kepada keluarga, teman, dan dosen yang telah memberikan dukungan.