Penelitian ini mengeksplorasi efektivitas strategi trading berbasis Fibonacci retracement dibandingkan dengan strategi buy-and-hold (beli dan tahan) pada saham-saham LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2022-2024. Latar belakangnya adalah pertumbuhan investor ritel dan pemulihan IHSG pasca-COVID-19. Tujuannya adalah untuk menganalisis dan membandingkan kinerja kedua strategi tersebut. Penelitian ini menyoroti kontribusi potensial untuk literatur dan industri investasi.
Metodologi penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan data historis harga saham dari perusahaan-perusahaan terpilih yang konsisten dalam indeks LQ45 dan memiliki volume perdagangan tinggi. Sampel saham meliputi TLKM, BBCA, BBRI, ADRO, AMRT, GOTO, MEDC, dan PGAS. Strategi trading Fibonacci dioperasionalkan berdasarkan level-level retracement, dan kinerja dievaluasi melalui perbandingan pengembalian deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan perbandingan backtesting kedua strategi pada masing-masing saham, termasuk ringkasan perdagangan Fibonacci dan kinerja buy-and-hold. Ringkasan kinerja keseluruhan disajikan, diikuti dengan analisis sektoral untuk mengidentifikasi tren. Diskusi berfokus pada temuan utama, termasuk tingkat volatilitas dan strategi yang lebih unggul untuk setiap saham.
Kesimpulannya, penelitian ini memberikan wawasan tentang penerapan Fibonacci retracement dalam konteks pasar saham Indonesia. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya mencakup analisis pada periode waktu yang berbeda, mempertimbangkan biaya transaksi, atau memasukkan indikator teknikal lainnya. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur investasi dan membantu investor membuat keputusan yang lebih terinformasi.