Tesis sarjana oleh Annisa Nur Rahmadina (Institut Teknologi Bandung, 2025) ini menyajikan pendekatan sistematis untuk mengoptimalkan desain fluida Alkaline-Surfactant-Polymer (ASP) demi meningkatkan perolehan minyak ringan, dengan menekankan peran krusial komposisi ionik air garam. Penelitian ini menggunakan air garam sintetis dan minyak mentah dari Lapangan X untuk mengevaluasi berbagai formulasi ASP berdasarkan perilaku fase, tegangan antarmuka (IFT), dan viskositas.
Formulasi ASP7, yang terdiri dari Sodium Karbonat (NaCO), Alpha Olefin Sulfonate (AOS), dan Hydrolyzed Polyacrylamide (HPAM) dalam air garam salinitas tinggi (B3) dengan komposisi ion spesifik, terbukti paling menguntungkan. Formulasi ini menghasilkan IFT ultralow sebesar 0,264 mN/m, viskositas yang sebanding dengan minyak mentah, dan rasio viskositas yang menguntungkan sebesar 0,75. Uji imbibisi spontan pada inti batupasir Berea menunjukkan peningkatan signifikan perolehan minyak, dari 16,1% menjadi 50% dari minyak awal di tempat (OOIP) dengan formulasi ASP7 yang dioptimalkan.
Keberhasilan ini terutama disebabkan oleh peran NaCO dalam B3 sebagai agen pengorbanan yang mengendapkan ion-ion divalen bermasalah (Ca2+, Mg2+), sehingga melindungi surfaktan anionik (AOS) dan polimer (HPAM) dari degradasi, meskipun B3 adalah air garam dengan Total Dissolved Solids (TDS) tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman dan kontrol komposisi ionik air garam sangat penting dalam desain formulasi ASP untuk perolehan minyak ringan yang efektif.