Teks ini merupakan bagian pendahuluan dari sebuah penelitian yang membahas ketegangan politik dan gangguan pasar komoditas unsur tanah jarang (UTJ) akibat monopoli pasokan oleh China, yang menjadikan UTJ sebagai sumber daya mineral kritis secara global. Indonesia, sebagai salah satu produsen timah utama, memiliki potensi besar sebagai sumber UTJ dari mineral monasit yang berasosiasi dalam tailing penambangan timah, dengan PT Timah Tbk berhasil mengumpulkan lebih dari 1.400 ton monasit pada tahun 2023.
Namun, pengolahan monasit untuk mengekstraksi UTJ saat ini memerlukan proses kimia agresif (perlakuan asam/basa) yang kurang ramah lingkungan, menghasilkan limbah kimia dan radioaktif dalam jumlah besar, serta memerlukan waktu proses yang lama.
Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan dan menguji metode alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan: proses defosforisasi konsentrat monasit menggunakan *Hydrogen Plasma Smelting Reduction* (HPSR).
**Tujuan penelitian ini adalah:**
1. Mempelajari pengaruh durasi reduksi HPSR terhadap karakteristik produk reduksi konsentrat monasit.
2. Menentukan estimasi persentase penghilangan fosfor dalam produk reduksi konsentrat monasit menggunakan HPSR.
**Metodologi penelitian** meliputi studi literatur, simulasi termodinamika menggunakan FactSage 8.3, karakterisasi awal konsentrat monasit dari PT Timah (menggunakan XRD, XRF, EPMA), serta serangkaian percobaan reduksi skala laboratorium menggunakan HPSR dengan gas hidrogen dan argon pada berbagai durasi (1, 4, 7, dan 15 menit). Produk hasil reduksi kemudian dikarakterisasi melalui penimbangan kehilangan berat dan analisis mikrostruktur serta komposisi kimia menggunakan SEM-EDS.